Hari Guru Sedunia yang diperingati setiap 5 Oktober 2026 bukan hanya momentum untuk memberikan penghargaan kepada para pendidik, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk melihat kembali kondisi kesehatan guru. Guru memiliki peran besar dalam membentuk kualitas generasi muda, sehingga kesehatan fisik dan mental mereka menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan.

Di Jawa Timur, peran guru sangat besar. Berdasarkan data BPS Jawa Timur yang dikutip Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terdapat 345.454 guru pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, terdiri dari 181.940 guru SD, 79.888 guru SMP, 34.987 guru SMA, dan 48.639 guru SMK.

Beban Kerja dan Pentingnya Kesehatan Guru

Menjadi guru tidak hanya berarti mengajar di depan kelas. Guru juga harus mempersiapkan pembelajaran, melakukan penilaian, membimbing peserta didik, berkomunikasi dengan orang tua, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesional.

Karena itu, menjaga kesehatan guru harus dipandang sebagai investasi pendidikan. Kurang tidur, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, hingga stres berkepanjangan dapat memengaruhi kebugaran dan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pada 2026, pemerintah juga memperkuat ruang pengembangan profesional melalui Hari Belajar Guru, yang memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar dan melakukan refleksi secara rutin tanpa mengganggu pembelajaran siswa.

Kesehatan Mata, Salah Satu Perhatian bagi Guru

Kesehatan mata juga tidak boleh diabaikan. Aktivitas membaca, menulis, menggunakan komputer, melihat layar proyektor, serta penggunaan perangkat digital dalam waktu lama membuat kesehatan penglihatan menjadi penting bagi tenaga pendidik.

Hal ini terlihat di Surabaya. Pada Juli 2026, Pemerintah Kota Surabaya bersama RS Mata Masyarakat Jawa Timur dan Baznas memberikan kacamata serta pemeriksaan kesehatan mata gratis kepada 100 guru PAUD. Program tersebut menjadi contoh bahwa pemeriksaan kesehatan tenaga pendidik perlu mendapatkan perhatian.

Tantangan Kesehatan Jawa Timur

Data terbaru BPS melalui Statistik Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2025, yang dirilis dan direvisi pada 2026, menunjukkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat Jawa Timur mencakup berbagai indikator, mulai dari keluhan kesehatan, fasilitas dan tenaga kesehatan hingga angka kesakitan.

Dalam data penyakit 2025, Jawa Timur mencatat angka penemuan TBC sebesar 76,8 persen, keberhasilan pengobatan TBC 88,1 persen, serta angka kesakitan DBD 58 kasus per 100.000 penduduk. Data tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sekolah juga perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan promosi kesehatan.

Momentum Hari Guru untuk Gerakan Guru Sehat

Peringatan Hari Guru 2026 dapat menjadi momentum untuk membangun budaya “Guru Sehat, Murid Hebat”. Sekolah dapat mendorong pemeriksaan kesehatan berkala, aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, pengelolaan stres, pemeriksaan mata, serta lingkungan kerja yang sehat.

Menjaga kesehatan guru pada akhirnya bukan hanya kepentingan individu. Guru yang sehat memiliki energi untuk mengajar, mendampingi, menginspirasi, dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Dengan demikian, penghormatan kepada guru pada Hari Guru 2026 seharusnya tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Memberikan ruang bagi guru untuk menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk penghargaan nyata terhadap jasa mereka dalam membangun generasi masa depan Jawa Timur.