Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep melakukan sosialisasi Kepalangmerahan kepada segenap siswa, siswi, santri dan santriwati Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli. Sosialisasi kepalangmerahan dilakukan dalam upaya menegaskan visi dan misi PMI di bidang kesehatan dan kemanusiaan, melalui forum diskusi yang diikuti secara antusias dan semangat.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa, tanggal 29 September 2026, sejak pukul 09.30 - selesai, dengan bertempat di Pendopo Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli, Jl. K.H. Mannan Djasuli, Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.

Ketua PMI Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi menegaskan bahwa PMI juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan terhadap generasi muda melalui edukasi tentang kepalangmerahan.

"Saya ingin menegaskan bahwa PMI bukan hanya bergerak melalui aksi kesehatan dan aksi kemanusiaan saat tanggap darurat, tetapi, PMI juga memiliki misi dan orientasi terhadap pembinaan generasi muda melalui edukasi kesehatan dan edukasi tanggap darurat", ujarnya.

Edy Rasiyadi juga menegaskan bahwa PMI harus bisa memberikan pengenalan dan pembinaan terhadap generasi muda melalui sosialisasi yang dijalankan dalam bentuk pemberian materi kepalangmerahan.

"PMI harus bisa dikenal oleh generasi muda melalui forum-forum diskusi yang di dalamnya memberikan orientasi materi tentang kepalangmerahan, sehingga pemuda dan pemudi bisa lebih akrab serta mengetahui tugas pokok dan fungsi dari PMI", pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dihadiri langsung oleh 3 orang petugas PMI Kabupaten Sumenep dan dihadiri oleh 75 orang dari total seluruh siswa, siswi, santri, dan santriwati MTs dan MA Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli. Membahas materi kepalangmerahan, mulai dari sejarah kepalangmerahan, pertolongan pertama (PP), kesehatan remaja, dan Palang Merah Remaja (PMR).

Kepala Sekolah MTs Nurul Islam al-Mannan Djasuli, Nyai H. Nur Kholilah Mannan, M.Ag menyatakan bahwa acara sosialisasi kepalangmerahan merupakan acara yang penting dan harus dijadikan agenda rutin.

"Sosialisasi PMI Kabupaten Sumenep tentang materi kepalangmerahan menurut saya penting untuk terus dijadikan agenda rutin untuk terus mengedukasi kalangan muda untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan dan kemanusiaan", ujarnya.

Nur Kholilah juga menambahkan bahwa materi kepalangmerahan juga bagus karena menyentuh aspek-aspek kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat, terutama terhadap situasi darurat di lingkungan sekitar.

"Semua murid alhamdulilah sangat antusias mengikuti sosialisasi tadi, karena membahas tentang sejarah dan program dari PMI, tidak lupa juga membahas beberapa fenomena di lingkungan sekitar dan penanganannya seperti situasi kecelakaan, sakit gigi, dan epilepsi", pungkasnya.