Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep memberikan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMA Negeri 1 Kalianget, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Kalianget tersebut menghadirkan perwakilan PMI Sumenep, Achmad Basri, sebagai pemateri untuk membekali para pelajar dengan keterampilan menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat medis di lingkungan sekolah.

Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat anggota PMR ketika menghadapi situasi darurat. Pembekalan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung, meliputi penanganan korban pingsan, pertolongan pada luka, teknik pembalutan, pengenalan diri tim penolong, hingga metode evakuasi korban secara aman dan tepat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota PMR Wira agar tidak hanya memahami konsep pertolongan pertama secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi yang membutuhkan tindakan cepat. Dalam situasi tertentu, kesalahan dalam memberikan pertolongan justru dapat memperburuk kondisi korban sehingga diperlukan pemahaman mengenai prosedur dasar yang benar.

Achmad Basri mengatakan, keterampilan pertolongan pertama perlu dilatih secara rutin agar anggota PMR memiliki kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Melalui pembekalan ini, kami berharap anggota PMR Wira SMAN 1 Kalianget memiliki keterampilan dasar yang kuat dan rasa percaya diri ketika berada di lapangan,” ujar Achmad Basri.

Ia menjelaskan bahwa anggota PMR dapat menjadi salah satu unsur penolong awal ketika terjadi insiden di lingkungan sekolah. Namun, pertolongan pertama bukan berarti menggantikan peran tenaga medis, melainkan memberikan bantuan awal yang aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
“Yang paling penting adalah bagaimana penolong bisa bertindak cepat, tepat, dan tetap memperhatikan keselamatan diri, korban, serta lingkungan sekitar sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.
Dalam praktiknya, para peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai langkah-langkah pertolongan pertama, tetapi juga berlatih melakukan tindakan dasar secara langsung. Materi praktik tersebut diharapkan membantu peserta memahami bagaimana menentukan tindakan yang tepat berdasarkan kondisi korban.

Selain keterampilan teknis, pelatihan juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para pelajar. Melalui kegiatan PMR, siswa didorong untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu bekerja sama, bertanggung jawab, serta tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.
Pihak SMAN 1 Kalianget menyambut baik kegiatan tersebut. Sinergi dengan PMI Kabupaten Sumenep dinilai memberikan pengalaman berharga bagi anggota PMR karena mereka mendapatkan pembelajaran langsung dari pemateri yang memiliki pengalaman dalam kegiatan pertolongan pertama dan kemanusiaan.
Melalui pelatihan ini, anggota PMR Wira SMAN 1 Kalianget diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan sekolah. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka berada di tengah keluarga maupun masyarakat.
Pembinaan PMR menjadi salah satu langkah untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu sesama. PMI Kabupaten Sumenep berharap keterampilan pertolongan pertama yang diperoleh para peserta dapat terus dilatih sehingga respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.












