Menjaga kesehatan jantung sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Tidak merokok, rajin bergerak, memilih makanan dengan bijak, dan memeriksa kesehatan secara berkala merupakan langkah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah kadar kolesterol dalam tubuh.

Kolesterol merupakan zat yang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlah yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah. Terutama jika kadar kolesterol jahat terlalu tinggi. Jika dibiarkan, lemak dapat menumpuk di dinding pembuluh darah sehingga aliran darah menuju jantung dapat terganggu.
Rokok dan Jantung Tidak Bersahabat

Merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru. Asap rokok juga dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan stroke. Karena itu, menjaga jantung sehat sebaiknya dimulai dengan menjauhi rokok dan asap rokok.
Bagi masyarakat yang belum merokok, terutama anak dan remaja, tidak mencoba rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan sejak dini. Lingkungan keluarga juga mempunyai peran dengan menciptakan rumah dan tempat berkumpul yang bebas asap rokok.

Kenali Kolesterol dan Lemak Jahat
Tidak semua lemak harus dihindari. Tubuh tetap membutuhkan lemak dalam jumlah yang cukup. Masalah muncul ketika kita terlalu sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans.
Makanan yang digoreng berulang kali, makanan berlemak, kulit ayam, daging berlemak, serta makanan kemasan tertentu perlu dibatasi. Sebaliknya, biasakan makan sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan makanan yang tidak terlalu banyak mengandung lemak.

Yang penting, jangan menilai kadar kolesterol hanya dari bentuk tubuh. Orang yang terlihat kurus sekalipun dapat memiliki kadar kolesterol tinggi. Cara mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan kesehatan.
Sumenep Perkuat Pencegahan Penyakit Tidak Menular
Persoalan ini juga menjadi perhatian di Kabupaten Sumenep. Pada 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep secara aktif melakukan pemeriksaan dan penyuluhan penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kencing manis.
Pada 9 Juli 2026, misalnya, kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan penyakit tidak menular di Pengadilan Agama Sumenep diikuti 38 pegawai. Sebelumnya, kegiatan serupa di lingkungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Sumenep pada 28 April 2026 melibatkan 52 pegawai.
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menetapkan sasaran pengendalian tekanan darah tinggi sebesar 10 persen pada 2026 dalam rencana pembangunan daerah. Angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan penyakit tidak menular menjadi bagian penting dari perhatian kesehatan masyarakat Sumenep.
Mulai dari Piring dan Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga jantung tidak harus menunggu sampai sakit. Kurangi makanan terlalu berlemak dan terlalu asin, perbanyak sayur serta buah, cukup minum, tidur teratur, dan biasakan tubuh bergerak setiap hari.
Bagi perokok, berhenti merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung. Bagi keluarga, menciptakan lingkungan bebas asap rokok juga merupakan bentuk kepedulian terhadap orang-orang di sekitar.
Jangan lupa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol jika dianjurkan tenaga kesehatan.
Jantung sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Jauhi rokok, kenali kolesterol, batasi lemak berlebihan, dan jangan menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan.













