Merokok masih menjadi tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Banyak yang menganggapnya kebiasaan ringan, padahal dampaknya sangat berat. Berdasarkan data terbaru Riskesdas Kemenkes 2026, perokok aktif di Indonesia mencapai 69,1 juta orang. Lebih memprihatinkan, 24,4% remaja usia 10-18 tahun sudah pernah merokok.

Akibatnya, 225.720 orang meninggal setiap tahun karena penyakit yang berhubungan dengan rokok. Angka ini naik dari tahun sebelumnya. Paru-paru yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini menjadi organ paling rentan karena asap rokok dan paparan asap rokok orang lain.

Melihat data tersebut, Palang Merah Indonesia memperkuat kampanye "Stop Merokok : Untuk Paru Sehat". PMI hadir untuk mencegah, bukan hanya mengobati. Karena biaya pengobatan penyakit akibat rokok di BPJS Kesehatan tahun 2025 sudah tembus Rp 32,1 triliun.

Mengapa PMI Turut Kampanye?

Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Relawan PMI di sekolah, kampus, kantor, dan desa aktif memberikan edukasi. Materinya mulai dari bahaya kanker paru, PPOK, serangan jantung, hingga dampak asap rokok pada ibu hamil dan anak.

PMI juga mendorong terciptanya Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan pendidikan dan pelayanan publik. Pendekatannya tidak menghakimi. PMI hadir dengan penyuluhan, kelas berhenti merokok, dan dukungan psikososial agar perokok bisa berhenti secara bertahap.

Mulai dari Langkah Kecil di 2026

Berhenti merokok butuh proses. Mulai dengan menunda 1 batang hari ini. Ganti dengan minum air putih, olahraga, atau ikut kegiatan relawan PMI.

Kampanye ini bukan hanya tugas PMI. Ini tugas kita semua.

Mari jaga paru-paru kita. Karena di tahun 2026 ini, setiap napas bersih adalah investasi kesehatan untuk masa depan kita dan anak cucu.