Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gapura, Kabupaten Sumenep, menghadirkan inovasi KASIH SEIBA Terpadu (Pekarangan Sehat Selamatkan Ibu dan Bayi dari Anemia) sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Inovasi yang dipresentasikan oleh Anny ini berangkat dari persoalan anemia pada ibu hamil yang masih menjadi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat. Berdasarkan materi presentasi, pada 2025 prevalensi anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gapura tercatat sebesar 19,3 persen dari 626 ibu hamil.

Pencetus inovasi KASIH SEIBA Terpadu, Anny menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah merupakan langkah sederhana dan berkelanjutan untuk membantu mencegah anemia pada ibu hamil.

“Inovasi KASIH SEIBA Terpadu berangkat dari kepedulian terhadap anemia pada ibu hamil. Kami ingin menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau, sekaligus mendorong keluarga lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi. Melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor, kami berharap upaya pencegahan anemia dapat dilakukan secara berkelanjutan dari lingkungan keluarga.”, ujarnya

Anemia selama kehamilan perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan terpadu, mulai dari pemenuhan gizi, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), hingga pemeriksaan kehamilan secara berkala.

Melalui KASIH SEIBA Terpadu, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran bergizi, seperti bayam merah, pakcoy, bunga telang, dan tanaman pangan lainnya. Hasil panen diharapkan membantu meningkatkan konsumsi makanan bergizi sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.

Program ini tidak hanya menyasar ibu hamil, tetapi juga anak sekolah dan calon pengantin. Pelaksanaannya melibatkan lintas program dan lintas sektor, termasuk kader kesehatan, kelompok wanita tani (KWT), sekolah, serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Pendampingan dilakukan melalui konseling pemanfaatan pekarangan, pembagian bibit sayuran, kunjungan rumah oleh kader, serta evaluasi berkala terhadap kondisi kesehatan ibu hamil. Bagi ibu hamil dengan anemia, pemantauan kadar hemoglobin menjadi bagian penting untuk menilai perkembangan kesehatannya.

Petugas Puskesmas Gapura mendampingi masyarakat mengelola pekarangan sayuran dalam inovasi KASIH SEIBA Terpadu untuk mencegah anemia pada ibu hamil.

Selain meningkatkan akses pangan bergizi, berkebun juga berpotensi mendukung kesehatan mental, mengurangi stres, dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan pekarangan bahkan dapat dikembangkan melalui budidaya tanaman pangan dan ternak skala rumah tangga.

Kepala Puskesmas Gapura, Suci Hernawati, menegaskan bahwa KASIH SEIBA Terpadu merupakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui pemanfaatan pekarangan sehat. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan pemeriksaan kehamilan rutin.

“Kami mendukung KASIH SEIBA Terpadu sebagai langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Inovasi ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan sehat. Harapannya, program ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin.”, ungkapnya

Ke depan, Puskesmas Gapura berencana memperluas replikasi inovasi ke desa-desa melalui KWT, mengintegrasikan program dengan kegiatan sekolah dan skrining calon pengantin, serta mengembangkan bank bibit SEIBA.

KASIH SEIBA Terpadu menjadi contoh bahwa upaya pencegahan anemia dapat dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan pekarangan, keluarga diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi demi mewujudkan ibu dan bayi yang lebih sehat.