Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep terus memperkuat peran generasi muda dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan melalui kegiatan sosialisasi kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama (PP) di SMAN 1 Ambunten. Kegiatan yang diikuti 54 siswa dan siswi ini bertujuan menanamkan nilai kemanusiaan sekaligus meningkatkan pengetahuan dasar pelajar dalam memberikan pertolongan kepada sesama.

Sosialisasi berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 9–10 Oktober 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula SMAN 1 Ambunten, Jalan Raya Ambunten–Tambak Agung, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.
Para peserta mengikuti penyampaian materi dan diskusi mengenai kepalangmerahan, tugas serta fungsi PMI, prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta peran generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan.

Ketua PMI Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, menegaskan bahwa edukasi kepalangmerahan di sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun karakter pelajar yang peduli, sukarela, dan tanggap terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan gerakan kemanusiaan. Kami berharap para pelajar memahami nilai-nilai kepalangmerahan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui kepedulian sosial maupun kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Selain materi kepalangmerahan, peserta juga mendapatkan pengenalan Pertolongan Pertama (PP), yaitu tindakan awal untuk membantu seseorang yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan mendadak sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Materi PP menekankan pentingnya memastikan keamanan lokasi kejadian, mengenali kondisi korban, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Pelajar juga perlu memahami bahwa korban tidak boleh dipindahkan sembarangan apabila dicurigai mengalami cedera serius, kecuali terdapat bahaya langsung di lokasi.

Staf PMI Kabupaten Sumenep, Moh. Ainurrasid, menyampaikan bahwa pengetahuan Pertolongan Pertama penting diberikan sejak dini agar pelajar mampu bersikap tenang dan bertanggung jawab ketika menghadapi keadaan darurat.

“Kami berharap 54 siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan ini memperoleh pemahaman tentang kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk menolong sesama secara aman, tepat, dan sesuai kemampuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap teman yang sakit, kemampuan mengenali situasi darurat, serta keberanian meminta bantuan kepada guru atau petugas kesehatan merupakan bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan di sekolah.
Melalui sosialisasi tersebut, PMI Kabupaten Sumenep berharap semakin banyak pelajar mengenal kepalangmerahan dan memahami dasar Pertolongan Pertama. Kolaborasi PMI dengan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, serta memiliki semangat untuk membantu sesama.











