Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep menggelar rapat pengarahan Ketua PMI Kabupaten Sumenep bersama seluruh Korps Sukarela (KSR) se-Kabupaten Sumenep di Markas PMI Kabupaten Sumenep, hari Selasa tanggal 20 Oktober 2026, pada pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus PMI Kabupaten Sumenep dan anggota KSR sebagai langkah evaluasi sekaligus penyusunan proyeksi program kerja tahun 2027.

Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas, kedisiplinan, solidaritas, serta konsistensi relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan. PMI Sumenep menekankan bahwa peran KSR tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi bencana, tetapi juga dalam kegiatan edukasi, promosi kesehatan, donor darah, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, diharapkan menegaskan pentingnya penguatan kualitas relawan melalui program yang terarah dan berkelanjutan.

“Relawan KSR harus memiliki kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian yang konsisten terhadap masyarakat. Peran relawan tidak boleh berhenti ketika situasi darurat berakhir, tetapi harus terus hadir melalui edukasi dan kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata”, ujarnya.

Salah satu agenda strategis yang dibahas ialah pembentukan KSR di masing-masing kecamatan. Langkah ini diarahkan untuk memperluas jangkauan gerakan kemanusiaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela melalui program Relawan Aksi Kemahasiswaan (RELASI).

Selain itu, optimalisasi pelatihan KSR di perguruan tinggi menjadi perhatian penting. Penguatan kompetensi diharapkan mampu membekali relawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kebutuhan kemanusiaan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep, Noer Muhammad juga mengharapkan pelaksanaan program secara terukur, melalui koordinasi yang baik antara pengurus, perguruan tinggi, dan seluruh unit KSR.

“Program KSR tahun 2027 perlu disusun berdasarkan kebutuhan lapangan, dengan memperhatikan kesinambungan pelatihan, kedisiplinan organisasi, dan keterlibatan aktif relawan. Dengan koordinasi yang kuat, setiap program diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak bagi masyarakat,” demikian draf pernyataan Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep.

Rapat tersebut turut memproyeksikan penyelenggaraan Class Meeting KSR se-Kabupaten Sumenep dalam bentuk perkemahan dan perlombaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, mengasah keterampilan, dan membangun semangat kompetisi yang sehat.

Agenda lainnya adalah studi banding KSR Sumenep ke luar daerah guna mempelajari praktik baik, memperoleh keterampilan baru, serta mengadaptasi inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Kabupaten Sumenep.

Melalui rapat pengarahan ini, PMI Kabupaten Sumenep diharapkan mampu membangun gerakan KSR yang lebih solid, terampil, dan berkelanjutan. Proyeksi program 2027 menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memperluas kontribusi relawan dalam pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat.