Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian anemia di seluruh dunia masih tinggi, diperkirakan sebanyak 1,3 milyar penduduk dunia menderita anemia dengan prevalensi sebesar (32,9%)

Padahal mencegah anemia bisa dimulai dari hal sederhana : makanan. Palang Merah Indonesia melalui program edukasi kesehatan rutin mengajak masyarakat untuk mencukupi kebutuhan darah, terutama bagi calon pendonor. Tubuh dengan darah yang cukup akan membuat proses donor lebih aman dan nyaman.
5 Makanan Penambah Darah yang Mudah Didapat

PMI merekomendasikan 5 jenis makanan ini karena kaya zat besi, folat, dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi:
1. Hati Ayam/Sapi

Sumber zat besi heme terbaik. Dalam 100 gram hati ayam terkandung 8,6 mg zat besi. Mudah diserap tubuh.
2. Bayam Merah
Sayur hijau ini kaya zat besi non-heme dan folat. Konsumsi bersama jeruk agar penyerapan lebih maksimal.

3. Kacang Merah
Selain zat besi, juga tinggi protein nabati. Cocok untuk pendonor vegetarian. 1 mangkok mengandung 3 mg zat besi.
4. Telur
Telur mengandung zat besi, vitamin B12, dan protein. Telur rebus praktis jadi camilan sehat pendonor.
5. Daging Merah Tanpa Lemak
Sumber protein dan zat besi heme. 100 gram daging sapi tanpa lemak mengandung 2,7 mg zat besi.
Tips dari PMI
Konsumsi makanan ini 3-7 hari sebelum donor. Padukan dengan buah tinggi vitamin C seperti jambu dan jeruk. Hindari teh dan kopi 2 jam setelah makan karena bisa menghambat penyerapan zat besi.
Ingat, darah yang sehat dimulai dari makanan yang sehat. Yuk jaga kadar Hb kita. Karena dengan tubuh sehat, kita bisa jadi pendonor sukarela dan menolong sesama.











