Musim kemarau bukan berarti ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) ikut menghilang. Justru ketika suhu meningkat dan masyarakat lebih banyak menyimpan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bak mandi, toren, ember, dan tempat penampungan air lainnya dapat menjadi lokasi yang perlu diperhatikan. Jika tidak dikelola dengan baik, wadah tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Kasus DBD Masih Ditemukan di Jawa Timur

Data 2026 menunjukkan DBD masih menjadi masalah kesehatan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan, misalnya, Dinas Kesehatan mencatat 185 kasus DBD hingga akhir April 2026, dengan satu kasus meninggal dunia. Kasus tersebut tersebar di seluruh 13 kecamatan.

Di Lamongan, Dinas Kesehatan mencatat 96 kasus DBD sepanjang 2026 hingga awal April. Meskipun tidak ada laporan kematian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.

Sementara itu, pada Januari–Februari 2026, Kabupaten Sidoarjo mencatat 20 kasus DBD dengan satu kematian. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025, tetapi menunjukkan bahwa penularan dengue tetap terjadi.

Mengapa Musim Kemarau Tetap Berisiko?

Saat kemarau, sebagian masyarakat menyimpan air dalam jumlah lebih banyak karena sumber air dapat berkurang. Di Jawa Timur, kondisi kekeringan 2026 bahkan berdampak pada 24 kabupaten/kota yang telah menetapkan status kedaruratan kekeringan pada September.

Penampungan air yang jarang dikuras atau tidak tertutup rapat dapat memberikan kesempatan bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur. Karena itu, bak mandi dan toren perlu menjadi perhatian, terutama ketika air disimpan dalam waktu lama.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Aedes aegypti dapat berkembang biak pada berbagai tempat penampungan air. Karena itu, pengendalian sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin, termasuk dengan menerapkan 3M Plus.

Jangan Hanya Mengandalkan Metode Pengasapan

Pemberantasan sarang nyamuk tidak cukup hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. Cara utama memutus siklus perkembangbiakan nyamuk adalah menghilangkan tempat yang memungkinkan telur dan jentik berkembang.

Masyarakat perlu menguras dan menyikat bak mandi serta tempat penampungan air, menutup rapat toren atau wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air. Tempat penampungan air yang sulit dikuras perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak terdapat jentik.

Kemenkes juga menjelaskan bahwa telur Aedes aegypti dapat bertahan pada kondisi kering dalam waktu lama. Karena itu, membersihkan dinding bagian dalam wadah air menjadi penting, bukan sekadar membuang airnya.

Periksa Bak dan Toren Secara Rutin

Kebiasaan sederhana dapat dilakukan setiap minggu. Periksa permukaan dan sudut bak mandi, tutup toren dengan rapat, bersihkan wadah air, serta singkirkan barang-barang yang berpotensi menampung air hujan.

Di tengah kondisi kemarau Jawa Timur 2026, penyimpanan air memang menjadi kebutuhan penting. Namun, tempat penyimpanan tersebut jangan sampai berubah menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue

Demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya tanda perdarahan dapat menjadi gejala yang perlu diwaspadai. Jika mengalami demam dan kondisi memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Upaya pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan rumah. Bak bersih, toren tertutup, tidak ada jentik, dan pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana untuk membantu memutus rantai penularan DBD.

Musim kemarau boleh membuat kita sibuk mencari dan menyimpan air, tetapi jangan sampai lupa memastikan air tersimpan dengan aman. Jangan beri ruang bagi jentik untuk tumbuh.

Sumber rujukan;

1. Kementerian Kesehatan RI — pencegahan DBD melalui 3M Plus dan kewaspadaan pada musim kemarau.

2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — informasi penyebab, vektor, gejala, dan pencegahan DBD.

3. Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan — data 185 kasus DBD hingga April 2026.

4. Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan — data 96 kasus DBD sepanjang 2026 hingga April.

5. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo — data kasus DBD Januari–Februari 2026.

6. Pemerintah Provinsi Jawa Timur/BPBD — kondisi kekeringan Jawa Timur 2026 yang meningkatkan kebutuhan penyimpanan dan distribusi air.