Musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca panas dan berkurangnya hujan. Udara yang lebih kering juga dapat membuat debu dan partikel pencemar lebih mudah bertahan di udara. Kondisi ini menjadi perhatian karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur mengalami peningkatan sepanjang 2026.

Kasus ISPA Jawa Timur Meningkat

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menunjukkan rata-rata laporan ISPA pada 2026 mencapai sekitar 151.750 kasus per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan 2025 yang sekitar 111.393 kasus. Puncaknya terjadi pada Agustus 2026 dengan 212.914 kasus, menjadi angka bulanan tertinggi selama periode Januari–September 2026. Lima wilayah dengan laporan kasus tertinggi adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.

Peningkatan tersebut tidak berarti seluruh kasus disebabkan oleh debu atau polusi. ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya. Namun, kondisi kemarau dan kualitas udara dapat menjadi faktor yang memperberat paparan terhadap saluran pernapasan.

Kemarau Panjang dan Polusi Debu

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur cenderung lebih kering. Sebanyak 75,5 persen zona musim diprediksi mengalami sifat hujan di bawah normal, sementara puncak kemarau secara dominan terjadi pada Agustus. Curah hujan yang rendah membuat proses alami pencucian polutan dari atmosfer oleh air hujan menjadi berkurang.

Pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur juga mencatat rata-rata konsentrasi PM2.5 (partikel udara berukuran sangat kecil yang diameternya kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer) pada Agustus 2026 sebesar 35,2 µg/m³. Bahkan pada 7 Agustus, konsentrasi maksimum mencapai 86,4 µg/m³, yang masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan klasifikasi yang digunakan BMKG.

Masker sebagai Perlindungan Saat Beraktivitas

Ketika udara berdebu atau kualitas udara memburuk, penggunaan masker dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang terhirup. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat menggunakan masker ketika terpapar debu atau berada di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk.

Untuk perlindungan terhadap partikel halus seperti PM2.5, respirator yang memiliki kemampuan filtrasi dan melekat lebih rapat pada wajah lebih efektif dibandingkan masker yang longgar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menjelaskan bahwa respirator yang pas di wajah dapat menyaring partikel PM2.5, termasuk partikel dari asap dan abu.

Cara Sederhana Melawan Polusi Debu

Selain menggunakan masker, masyarakat dapat mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk. Tutup jendela ketika udara luar sangat berdebu, bersihkan rumah secara rutin, hindari membakar sampah, dan jauhi asap rokok.

Menjaga daya tahan tubuh juga penting melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum, tidur yang cukup, mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat menghindari paparan polusi dan menggunakan masker sebagai bagian dari pencegahan ISPA.

Kenali Gejala dan Jangan Abaikan

ISPA dapat ditandai dengan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas. Keluhan ringan umumnya dapat membaik, tetapi masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis apabila gejala semakin berat atau muncul sesak napas, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.

Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi risiko paparan debu dan polusi dapat dikurangi. Memakai masker pada kondisi yang tepat, memantau kualitas udara, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga saluran pernapasan tetap terlindungi.

Sumber rujukan;

1. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur — data kasus ISPA 2026, dikutip melalui laporan terbaru.

2. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur — prediksi musim kemarau Jawa Timur 2026.

3. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur — pemantauan PM2.5 Agustus 2026.

4. Kementerian Kesehatan RI — imbauan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas saat kualitas udara memburuk.

5. Kementerian Kesehatan RI — pencegahan ISPA akibat paparan polusi udara.

6. World Health Organization (WHO) — penggunaan respirator untuk mengurangi paparan PM2.5.