Zinc atau seng merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan. Mineral ini membantu sistem kekebalan tubuh, mendukung pertumbuhan, mempercepat penyembuhan luka, serta berperan dalam pembentukan DNA dan sintesis protein. Meski kebutuhannya tidak sebanyak zat gizi makro, kekurangan zinc dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemenuhan mikronutrien seperti zinc perlu mendapat perhatian. Terutama bagi anak-anak, remaja, dan ibu hamil, kecukupan gizi menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan kualitas hidup.
Zinc dan Perannya bagi Tubuh

Zinc terlibat dalam berbagai proses biologis, mulai dari pembelahan sel hingga metabolisme zat gizi. Kebutuhan zinc per hari untuk anak usia 1-3 tahun misalnya 3 mg sehari. Sementara kebutuhannya untuk orang dewasa hanya 11 mg sehari. Mineral ini membantu tubuh mempertahankan fungsi kekebalan dan mendukung respons terhadap infeksi. Zinc juga berperan dalam pertumbuhan jaringan serta pemulihan luka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa kekurangan zinc dapat menghambat pertumbuhan anak dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Karena itu, kecukupan zinc menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi seimbang, khususnya pada masa pertumbuhan.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Zinc?
Kekurangan zinc dapat ditandai dengan gangguan pertumbuhan, penurunan nafsu makan, masalah kulit, rambut rontok, dan penyembuhan luka yang lebih lambat. Pada anak-anak, kondisi ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan menghambat pertumbuhan optimal.
Penelitian South East Asian Nutrition Surveys II (SEANUTS II) pada anak usia 6 bulan hingga 12 tahun di wilayah Jawa dan Sumatra menemukan bahwa 11,9% anak mengalami ketidakcukupan status zinc berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa asupan sejumlah mikronutrien masih belum memenuhi angka kecukupan gizi pada banyak anak. Temuan ini menegaskan pentingnya memperhatikan kualitas makanan, bukan sekadar jumlah yang dikonsumsi.

Fakta Jawa Timur 2026 : Gizi Anak Masih Perlu Perhatian
Di Jawa Timur, perhatian terhadap kecukupan zinc relevan dengan upaya pencegahan stunting. Data yang diberitakan dengan mengutip Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa prevalensi stunting turun dari 17,7% pada 2023 menjadi 14,7% pada 2024. Pemerintah provinsi juga menetapkan target prevalensi stunting sebesar 13% pada 2026.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya melanjutkan intervensi gizi bagi ibu dan anak. Namun, stunting tidak disebabkan oleh kekurangan zinc saja. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk asupan gizi secara keseluruhan, infeksi berulang, pola asuh, kondisi lingkungan, dan sanitasi.
Perlu dicatat bahwa angka khusus prevalensi kekurangan zinc di Jawa Timur tahun 2026 belum dapat dipastikan berdasarkan sumber yang tersedia. Oleh sebab itu, temuan penelitian di Jawa dan Sumatra tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh penduduk Jawa Timur.
Sumber Zinc dari Makanan Sehari-hari
Zinc dapat diperoleh dari makanan yang mudah dijumpai, seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan kerang. Kacang-kacangan serta biji-bijian juga mengandung zinc, meskipun penyerapannya dapat dipengaruhi oleh kandungan fitat dalam bahan pangan nabati.
Langkah utama dan mudah untuk memenuhi kebutuhan harian mineral esensial ini adalah dengan menerapkan pola konsumsi makanan yang beragam. Suplemen tidak selalu diperlukan jika asupan zinc dari makanan sudah mencukupi.
Langkah Sederhana Menjaga Kecukupan Zinc
Keluarga dapat mulai dengan menyediakan lauk berprotein tinggi secara bervariasi baik yang bersumber dari hewani maupun nabati. Memantau pertumbuhan anak di posyandu integrasi layanan primer di desa atau fasilitas kesehatan sangat diperlukan untuk memastikan anak sehat tumbuh dan berkembang optimal.
WHOdan kementerian Kesehatan RI juga merekomendasikan zinc untuk mencegah diare yang sering diderita anak. Layanan pemberian zinc ini biasanya tersedia di Posyandu dan Puskesmas.
Gambaran tentang zinc di atas memberikan pemahaman bahwa mineral yang satu ini walaupun dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil namun ternyata manfaatnya besar bagi tubuh. Makanan sumber zinc sangat diperlukan untuk selalu dikonsumsi agar tubuh anak sehat, dan tumbuh optimal.
Daftar Pustaka;
1. World Health Organization (WHO). Zinc supplementation and growth in children.
2. World Health Organization (WHO). Zinc supplementation in the management of diarrhoea.
3. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Zinc : Fact Sheet for Health Professionals.
4. South East Asian Nutrition Surveys II Indonesia Study. (2025). Dietary intakes, nutritional and biochemical status of 6 months to 12-year-old children before the COVID-19 pandemic era : The South East Asian Nutrition Survey II Indonesia study in Java and Sumatera Islands, Indonesia. Public Health Nutrition.
5. Suara Surabaya. (2026). Target Prevalensi Stunting Jatim 13 Persen, Pencegahan Dimulai dari Remaja Putri.












