Jika kita bicara kesehatan dan olahraga, pikiran kita langsung tertuju pada gym, jogging di Taman Bunga, atau yoga di studio ber-AC. Padahal, di Dusun Batang, Desa Ambunten Tengah, leluhur kita sudah menciptakan sebuah konsep olahraga, terapi mental, dan kardio yang lengkap ratusan tahun lalu. Namanya Sintung (Sintong)

Jangan lihat Sintung hanya sebagai kesenian. Tetapi, lihatlah sebagai teknologi kesehatan tradisional yang sangat canggih.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Sintung sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2021 bukan tanpa alasan. Ini adalah seni yang sangat kompleks; perpaduan seni musik, seni tari, dan olah vokal yang bernafaskan Islam. Akan tetapi, di balik keindahan religinya, tersimpan manfaat kesehatan yang luar biasa relevan untuk krisis kesehatan kita hari ini.

Sintung adalah Olahraga Kardio dan Pencak Silat Tanpa Disadari

Karakter gerak Sintung itu rancak, dinamis, dan berenergi tinggi. Gerakannya merupakan gabungan dari samman, rudat, tayub, dan pencak silat.

Coba bayangkan, pementasan Sintung biasanya berlangsung malam hari dengan durasi bisa mencapai enam jam, melibatkan puluhan pria yang terus bergerak, menepuk dada, menghentak, dan berpindah posisi dengan ritme yang tangkas.

Ini bukan sekadar pertunjukan menari. Tetapi merupakan high-intensity interval training (HIIT) versi Madura.

Dalam 30 menit saja, detak jantung penari Sintung bisa setara dengan 30 menit lari. Otot inti, bahu, dan kaki bekerja terus-menerus. Kelenturan dari gerakan pencak silatnya menjaga sendi tetap lentur. Tidak heran para sesepuh Sintung yang kami temui, rata-rata di usia tua tapi tetap tegap dan bugar. Mereka tidak butuh mesin lari, karena mereka memiliki mesin tradisional bernama Sintung.

Sintung adalah Terapi Pernapasan dan Kesehatan Mental

Yang membuat Sintung berbeda dari olahraga biasa adalah olah vokalnya. Inti pementasan adalah pembacaan salawat dan barzanji (Syaraful Anam) yang dilantunkan bersama-sama.

Secara medis, ini adalah teknik pernapasan yang sangat teratur. Pelafalan salawat yang panjang, berulang, dan berirama memaksa paru-paru untuk mengatur napas dalam-dalam (deep breathing), mirip dengan teknik yang dipakai dalam yoga dan meditasi mindfulness. Efeknya dapat menurunkan kortisol, hormon stres.

Di zaman ketika anak muda Sumenep banyak yang mengalami kecemasan (anxiety) karena media sosial, Sintung menawarkan terapi komunal. Nilai utama Sintong terletak pada religiositas dan spiritualitas yang diekspresikan melalui seni. Kata "Sintung" sendiri dari bahasa Madura "wang-awang settong" yang berarti menyatukan diri dengan Tuhan. Ini adalah konsep spiritual healing yang kini dicari di mana-mana.

Bersalawat bersama selama berjam-jam menciptakan rasa kebersamaan, kesetiaan, dan cinta tanah air yang kuat. Rasa kesepian hilang. Ini adalah obat paling mujarab untuk kesehatan mental.

Saatnya Puskesmas dan Dispora Melirik Sintung

Ini tawaran konkret untuk pemerintah Sumenep:

Jangan hanya tampilkan Sintung di acara seremonial penyambutan pejabat. Itu terlalu kecil untuk potensi sebesar ini.

Masukkan Sintung ke Program Kesehatan: Puskesmas di Ambunten bisa menjadikan latihan rutin Sintung setiap Kamis malam Jumat sebagai program "Senam Sehat Jiwa". Ajak para lansia, penderita hipertensi ringan, dan pemuda untuk ikut. Jauh lebih murah dan lebih mengakar daripada senam aerobik impor.

Masukkan Sintung ke Kurikulum Olahraga Sekolah: Disdik dan Disbudporapar Sumenep harus berani menjadikan gerak dasar Sintung sebagai muatan lokal olahraga di SMP dan SMA. Bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga melatih kebugaran dan mengenalkan empat jalan tujuan utama yang ada dalam Sintung; Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat.

Sumenep sedang menghadapi bonus demografi tapi juga krisis gaya hidup; diabetes naik, hipertensi naik, stres naik. Kita tidak perlu selalu mengimpor solusi dari luar.

Solusinya sudah ada, hidup, dan bernapas di Dusun Batang, di Tambaagung Barat. Ia berdentum dengan kendang, jidor, dan toktok dari buah siwalan.

Tubuh sehat, hati tenang, dan iman terjaga. Itulah Sintung.

Mari kita naikkan Sintung dari panggung hajatan ke pusat kebugaran rakyat.