Kalau kita pikir olahraga itu hanya tren anak muda sekarang yang lari di beberapa tempat pakai jam pintar, kita mungkin salah besar. Manusia sudah berolahraga sejak belum mengenal tulisan.

Olahraga Tertua : Gulat Melawan Singa

Sejarawan olahraga menemukan bukti paling awal bukan di stadion, tetapi di dinding gua.

Lukisan Gua Paleolitik di Gua Lascaux, Prancis yang berusia 15.000 - 20.000 tahun menggambarkan manusia sedang lari cepat dan gulat. Di Mesir, mural di Beni Hasan (2000 SM) sudah menunjukkan gerakan gulat, angkat beban, renang, hingga memanah yang sangat teratur.

Sejarawan Jerman Ulrich Popplow menyebut olahraga awal sebagai "aktivitas dengan makna spiritual yang luas, yang menghubungkan manusia dengan alam dan dewa-dewanya."

Jadi, dulu olahraga bukan memiliki tujuan untuk membentuk otot perut, melainkan cara manusia membekali dirinya, seni untuk bisa bertahan hidup.

Puncaknya di Yunani : Ketika Olahraga Jadi Agama

Semua sepakat, Yunani adalah Pengubah Permainan (Game Changer)

Pada tahun 776 SM, olimpiade kuno pertama digelar di Olympia. Hanya satu cabang, yaitu lari sejauh 192 meter. Hadiahnya? Cuma karangan bunga zaitun. Namun, legitimasi kehormatannya setara dengan dewa-dewi.

Budayawan dan sejarawan mencatat, olahraga di Yunani adalah bentuk pemujaan.

Seperti yang ditulis dalam riset sejarah olahraga, "aktivitas fisik yang berkembang menjadi olahraga memiliki kaitan awal dengan ritual, peperangan, dan hiburan."

Bahkan Raja Persia sempat kaget dan bertanya, seperti yang dicatat Herodotus: “Orang macam apa yang kalian ajak kami lawan, yang bertanding bukan untuk uang tapi untuk keunggulan semata?”

Olahraga merupakan cara menunjukkan siapa manusia yang paling unggul.

Abad Kegelapan : Olahraga Hampir Punah

Masuk Abad Pertengahan, Eropa melarang banyak olahraga, karena dianggap tidak sejalan dengan ritus spiritual dan ortodoksi. Olahraga yang bertahan hanya sekadar olahraga kesatria, berupa adu pedang dan jousting (adu tombak di atas kuda).

Untungnya, di belahan dunia lain olahraga tetap hidup. Polo ada di Persia, Cuju (sepak bola kuno) ada di China tahun 2500 SM, dan di Nusantara kita punya pencak silat yang sudah jadi bagian ritual adat.

Inggris Menciptakan "Olahraga Modern" yang Kita Kenal

Nah, ini bagian yang paling korelatif

Semua olahraga yang kamu tonton hari ini, seperti sepak bola, rugby, tenis, hoki, tinju dengan aturan, itu semua diciptakan ulang oleh Inggris di abad ke-19.

Mantan Perdana Menteri Inggris John Major pada 1995 bahkan dengan bangga berkata “We invented the majority of the world’s great sports... Abad ke-19 Inggris adalah buaian revolusi waktu luang yang sama pentingnya dengan revolusi industri.”

Inggris menjadikan olahraga sebagai alat untuk melatih karakter di sekolah-sekolah elit. Dari sanalah lahir istilah fair play dan sportsmanship.

Dan puncaknya, seorang bangsawan Prancis, Baron Pierre de Coubertin, terobsesi dengan sejarah Yunani dan berkata:

“Celebrating the Olympic Games is reclaiming history” - Merayakan Olimpiade adalah merebut kembali sejarah.

Tahun 1896, ia menghidupkan kembali olimpiade modern di Athena. Dari situlah lahir industri triliunan dolar yang kita kenal sekarang.

Sejarawan Eppensteiner membagi olahraga menjadi dua makna; pertama, sebagai kebutuhan biologis untuk mengolah tubuh. Kedua, sebagai budaya untuk merekatkan sosial.

Dulu kita berolahraga agar bisa lari dari singa.

Sekarang kita berolahraga agar bisa lari dari anxiety, kolesterol, dan tagihan pinjol.

Bedanya hanya musuhnya. Kebutuhannya tetap sama, yaitu manusia harus bergerak untuk tetap merasa menjadi manusia.

Jadi, kapan terakhir kali kamu bergerak bukan karena disuruh jam tangan pintarmu?