Angin kencang melanda Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Senin (2/11/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut mengakibatkan 11 rumah warga mengalami kerusakan.

Merespons kejadian tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep menerjunkan relawan untuk melakukan asesmen bencana. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dampak kejadian sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat yang terdampak.
Berdasarkan laporan Posko PMI Kabupaten Sumenep, sebelas warga yang rumahnya mengalami kerusakan masing-masing Khalik, Ainuyah, Mathari, Abdul Muni, Rasuli, Moh. Lutfi, Muammi, Sunarwi, Moh. Nuto, Hasin, dan Maryam.

Kegiatan asesmen dilaksanakan oleh tiga personel relawan PMI Kabupaten Sumenep, yakni Harizatut Tamamah, Nor Hayati, dan Ahmad Fauzan. Dalam pelaksanaan tugasnya, para relawan menggunakan dua unit sepeda motor untuk menjangkau lokasi kejadian.
Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep, Noer Muhammad, mengatakan bahwa asesmen merupakan langkah awal dalam mengetahui dampak bencana serta kebutuhan penanganan masyarakat terdampak.

“PMI Kabupaten Sumenep melalui relawan telah melakukan asesmen terhadap dampak angin kencang yang melanda Desa Guluk Manjung. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan. Kami berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat untuk mengetahui kondisi warga terdampak serta memastikan kebutuhan penanganan pascabencana,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI turut berkoordinasi dengan aparat Desa Guluk Manjung dan masyarakat setempat.
PMI Kabupaten Sumenep juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa maupun petugas terkait apabila terjadi bencana atau kondisi darurat lainnya.

Melalui asesmen ini, PMI berupaya mendukung penanganan bencana secara terkoordinasi serta membantu memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi dengan baik.













