Mencuci tangan pakai sabun sering dianggap sepele. Padahal, kebiasaan sederhana ini adalah tameng paling kuat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Mulai dari diare, infeksi saluran pernapasan, hingga cacingan, banyak yang bisa dicegah hanya dengan air bersih dan sabun. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menjadikannya kebiasaan sehari-hari.

Di sinilah peran Palang Merah Indonesia atau PMI menjadi sangat penting. PMI tidak hanya hadir saat bencana atau donor darah. PMI juga hadir untuk mengedukasi masyarakat agar hidup lebih sehat. Salah satu fokus kampanye PMI adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun atau CTPS.
Mengapa Harus Bersama PMI?

Karena PMI memiliki jaringan relawan hingga ke pelosok desa. Relawan PMI adalah orang-orang terdekat kita. Tetangga, guru, hingga tokoh masyarakat. Dengan pendekatan yang ramah dan tidak menggurui, pesan CTPS lebih mudah diterima. Saat kegiatan Posyandu, di sekolah, atau saat pembagian bantuan, relawan PMI selalu menyelipkan edukasi tentang kapan dan bagaimana cara cuci tangan yang benar.
PMI juga membantu menyediakan sarana pendukung. Di sekolah-sekolah, PMI mendirikan tempat cuci tangan. Di daerah rawan bencana, PMI mendistribusikan sabun dan air bersih. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya diberi tahu, tetapi juga diberi kemudahan untuk melakukannya.

Mulai dari Diri Sendiri
Kampanye CTPS akan berhasil jika dilakukan secara rutin. Ada 5 waktu penting untuk cuci tangan: sebelum makan, sesudah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan, sesudah memegang sampah, dan sesudah bermain. Caranya juga mudah, enam langkah yang diajarkan PMI.
Mari kita dukung kampanye PMI. Ajarkan anak-anak di rumah. Ingatkan keluarga di rumah. Karena dari setetes sabun dan air mengalir, kita bisa menyelamatkan banyak nyawa. Sehat dimulai dari tangan yang bersih.












