Kehamilan merupakan masa penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan maupun kecukupan gizinya. Namun, di tengah masyarakat, masih berkembang berbagai pantangan makanan bagi ibu hamil, termasuk larangan mengonsumsi kepiting dan ikan laut karena dipercaya dapat membahayakan saat persalinan dan janin.

Sebagian pantangan tersebut berakar dari tradisi yang diwariskan turun-temurun. Meski demikian, keputusan mengenai makanan selama kehamilan sebaiknya didasarkan pada bukti ilmiah, bukan semata-mata kepercayaan. Sebab, pembatasan makanan tanpa alasan yang benar justru merugikan bahkan berpotensi mengurangi asupan zat gizi yang dibutuhkan ibu dan janin.

Makan Kepiting dan Ikan Laut : Mitos atau Fakta?

Anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh makan kepiting dan ikan laut secara keseluruhan merupakan mitos. Kepiting dan ikan laut yang dipilih dan dikonsumsi dengan tepat justru bermanfaat terutama menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral penting. Bahkan asam lemak omega 3 , omega 6, dan omega 9 dalam makanan hasil laut tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan serta perkembangan janin.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa konsumsi ikan selama kehamilan dianjurkan karena kandungan gizinya yang tinggi. Protein dan mineral membantu tidak hanya menyiapkan air susu ibu dan mempercepat penyembuhan setelah melahirkan. Sementara asam lemak omega 3 sangat berperan dalam mengoptimalkan perkembangan otak janin.

Meski demikian, untuk hasil maksimal konsumsi produk laut yang satu ini perlu dilakukan secara rutin selama kehamilan bahkan hingga melahirkan. Karena semua zat gizi tersebut tetap dibutuhkan ibu dan bayinya terutama dalam seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) atau dalam usia dua tahun pertama bayi. Sementara itu, pada siklus hidup selanjutnya ibu dan bayinya tetap membutuhkan dalam jumlah cukup dari konsumsi makanan laut sehari-hari.

Manfaat Gizi Kepiting dan Ikan laut bagi Ibu Hamil

Kepiting mengandung protein tinggi yang membantu memelihara dan untuk pembentukan jaringan tubuh ibu dan janin. Sementara itu, sejumlah ikan laut menyediakan omega 3 termasuk DHA, EPA, omega 6 dan omega 9 yang berperan dalam perkembangan otak, mata, dan jaringan janin lainnya.

Kandungan yodium pada kedua makanan hasil laut ini berguna dalam meningkatkan kecerdasan anak, bahkan mencegah kelahiran prematur. Kandungan vitamin D nya juga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulangnya. Sedangkan zinc sangat bermanfaat untuk imunitas calon bayi.

Oleh karena itu, mengkonsumsi kepiting maupun ikan laut justru sangat dibutuhkan karena bermanfaat bagi ibu dan janinnya. Disamping itu pada masyarakat pesisir produk laut ini melimpah, karena itu tentu harganya terjangkau di tengah masyarakat. Ini bisa menjadi pilihan untuk menghemat pengeluaran keluarga.

Cara memasak yang benar juga menjadi penentu cita rasa dan penerimaan makanan hasil laut ini untuk dikomsumsi. Sangat dianjurkan untuk dimasak sempurna. Penyimpanan yang baik perlu juga mendapat perhatian, karena jenis produk laut ini tidak tahan lama , gampang membusuk.

Dunia dan Indonesia : Gizi sebagai Fondasi Kehamilan Sehat

Kementerian Kesehatan RI dan WHO , organisasi kesehatan sedunia , menempatkan pemenuhan gizi ibu sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan selama kehamilan. Asupan makanan bergizi dan pelayanan antenatal yang memadai membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan optimal janin.

Di Indonesia, tantangan pemenuhan gizi ibu hamil tidak hanya berkaitan dengan kesadaran pentingnya kesehatan dan menjaga gizi ibu serta janin, tetapi juga bergantung juga pada kemampuan keluarga untuk menghindari mitos tidak benar yang berkaitan kepitting dan ikan laut saat hamil. Memilih makanan hasil laut dengan bijak yang memberikan mafaat nyata perlu menjadi kebiasaan dan pada gilirannya menjadi perilaku lestari untuk diterapka dalam setiap keluarga.

Edukasi Gizi dan layanan ibu hamil Jawa Timur

Menurut data yang diterbitkan BPS, lebih dari Separuh dari penduduk jawa timur adalah perempuan. Sebagaian diantaranya sudah masuk dalam jenjang kehidupan berkeluarga dan hamil. Kehamilan yang sehat menentukan lahirnya generasi yang lebih berkualitas.

Sementara itu, edukasi gizi, kesadaran, dan ketersediaan layanan ibu hamil nampaknya menjadi penentu lahirnya generasi yang sehat, berkualitas. Oleh karena itu edukasi kesehatan dan gizi yang disetai pendampingan bagi ibu hamil oleh keluarga dekat maupun petugas kesehatan, dan layanan kesehatan bagi ibu hamil bahkan pasca melahirkan menjadi kebutuhan yang sungguh sangat perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Daftar Pustaka;

1. World Health Organization. (2024). Mercury and Health.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ikan, Balita dan Kehamilan.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manfaat Ikan Laut. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

4. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2026). Statistik Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2025.

5. U.S. Food and Drug Administration. Advice About Eating Fish. FDA.