Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan dari hidung yang dialami hampir 60% populasi setidaknya sekali seumur hidup. Data THT-KL menunjukkan 90% kasus mimisan adalah mimisan anterior yang ringan dan bisa dihentikan di rumah.

Namun, 10% merupakan mimisan posterior yang berbahaya dan butuh rujukan segera. Kesalahan paling umum adalah mendongakkan kepala ke belakang, yang justru dapat menyebabkan darah masuk ke paru-paru.

Kenapa Hidung Mudah Mimisan?

Di dalam hidung terdapat pleksus kiesselbach, yaitu kumpulan pembuluh darah kapiler yang sangat rapuh di sekat hidung bagian depan. Pembuluh ini hanya dilapisi selaput lendir tipis. Pada anak-anak, 70% mimisan disebabkan kebiasaan mengorek hidung, udara kering, atau alergi.

Mimisan bukan penyakit, tapi gejala. Pada orang dewasa di atas 50 tahun dengan hipertensi, mimisan bisa menjadi tanda tekanan darah tidak terkontrol. Penggunaan obat pengencer darah seperti aspirin juga meningkatkan risiko 3 kali lipat.

Protokol Menghentikan Mimisan Standar PMI dan Palang Merah Internasional

Banyak yang masih salah : menjejalkan tisu, kapas, daun sirih, atau mendongakkan kepala. Tindakan tersebut tidak menghentikan perdarahan, justru mendorong darah tertelan.

Berikut cara yang benar berbasis bukti;

a. Posisi : Duduk Tegak, Tunduk Sedikit

Dudukkan korban tegak, kepala sedikit menunduk ke depan 15 derajat. Tujuannya agar darah keluar ke depan, tidak masuk ke tenggorokan. Jika darah tertelan, akan menyebabkan mual, muntah, dan risiko aspirasi ke paru. Jangan tidurkan atau dongakkan kepala.

b. Tekan : Teknik 10-15 Menit Tanpa Intip

Jepit cuping hidung bagian lunak (bukan tulang hidung) dengan ibu jari dan telunjuk. Tekan kuat selama 10-15 menit tanpa dilepas-lepas. Ini adalah prinsip tamponade langsung.

Fakta medis : pembuluh darah butuh tekanan konstan minimal 10 menit untuk membentuk bekuan darah. Melepas setiap 2 menit untuk melihat masih berdarah atau tidak justru merusak bekuan yang baru terbentuk. Bernapas melalui mulut selama penekanan.

c. Dinginkan dan Cegah

Setelah 15 menit, lepas perlahan. Jika masih berdarah, ulangi sekali lagi 15 menit. Jika masih berdarah setelah 30 menit, segera ke IGD.

Kompres dingin di pangkal hidung dapat membantu vasokonstriksi, tapi bukan utama. Setelah berhenti, jangan mengorek, membuang ingus keras, atau aktivitas berat selama 24 jam. Jaga kelembaban hidung dengan oles petroleum jelly tipis.

3. Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Segera rujuk jika perdarahan sangat deras, mimisan setelah cedera kepala, darah keluar dari mulut, mimisan lebih dari 30 menit, korban pucat, sesak, atau minum obat pengencer darah.

Mimisan anterior 90% berhenti sendiri dengan teknik tekan yang benar. Kuncinya bukan tisu atau daun sirih, melainkan tekanan yang tepat, durasi yang cukup, dan posisi yang benar. Dengan edukasi sederhana ini, kepanikan dapat dicegah dan komplikasi berbahaya dapat dihindari.