Darah yang keluar dari luka sering membuat kita panik. Saat-saat seperti demikian, yang paling dibutuhkan oleh korban luka bukan teriakan, tetapi tindakan tenang dan benar. Palang Merah Indonesia selalu menekankan satu hal, yaitu pertolongan pertama menentukan apakah luka itu akan sembuh atau justru jadi lebih parah. Menguasai 5 langkah P3K dasar saat luka berdarah adalah keterampilan yang wajib dimiliki setiap orang, karena kecelakaan bisa terjadi di mana saja, di rumah, di jalan, di sekolah, atau bahkan di tempat kerja.

Langkah 1 : Tenangkan dan Pastikan Keamanan

Sebelum menyentuh korban, amankan diri sendiri dulu. Gunakan sarung tangan atau lap bersih jika ada. Tujuannya, agar tidak terjadi penularan penyakit melalui darah. Setelah itu, tenangkan korban. Katakan "saya bantu ya". Kepanikan membuat jantung memompa lebih cepat dan darah justru keluar lebih deras. PMI mengajarkan "penolong yang tenang, menyelamatkan lebih cepat".

Langkah 2 : Tekan Langsung Luka dengan Kain Bersih

Gunakan kain kasa steril, kain bersih, atau baju yang tidak dipakai. Tekan tepat di atas luka selama 10 hingga 15 menit tanpa dilepas. Tekanan tersebut akan membantu pembekuan darah. Jangan gunakan kapas karena seratnya bisa menempel di luka. Jika darah merembes, jangan buka perban lama, cukup tambahkan kain baru di atasnya dan terus tekan.

Langkah 3 : Tinggikan Bagian yang Luka

Jika yang terluka tangan atau kaki, segera tinggikan bagian itu di atas posisi jantung. Gravitasi akan membantu mengurangi aliran darah ke area luka. Contoh: korban luka di lengan, maka angkat lengannya ke atas. Namun, harus diingat bahwa langkah ini dilarang dilakukan apabila dicurigai terdapat indikasi patah tulang. PMI selalu mengingatkan "tinggikan jika aman, jangan memaksa".

Langkah 4 : Balut Luka dengan Perban

Setelah pendarahan mulai berhenti, balut dengan perban elastis atau kain bersih. Balutan tidak boleh terlalu kencang dan tidak boleh terlalu longgar. Tujuannya adalah menjaga tekanan tetap ada dan mencegah kotoran masuk. Periksa sirkulasi luka, apabila ujung jari jadi biru atau dingin, berarti balutan terlalu kencang dan harus dilonggarkan.

Langkah 5 : Cari Bantuan Medis

P3K bukan pengganti dokter. Jika darah tidak berhenti dalam 10 menit, atau lukanya sangat dalam, menganga, atau disebabkan benda tajam kotor, segera bawa ke fasilitas kesehatan atau hubungi ambulans PMI. Catat waktu kejadian dan apa yang sudah dilakukan. Informasi tersebut akan sangat membantu tim medis.

Menguasai 5 langkah ini tidak butuh gelar dokter. Cukup latihan dan keberanian. PMI rutin membuka pelatihan P3K gratis untuk masyarakat, sekolah, dan komunitas karena mereka percaya bahwa satu orang yang tahu P3K bisa menyelamatkan satu keluarga. Luka berdarah memang menakutkan, tetapi dengan kepala dingin dan tangan terlatih, kita bisa mengubah kepanikan jadi pertolongan. Karena di setiap tetes darah yang berhasil dihentikan, ada nyawa yang kita jaga.