Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pamolokan melakukan Pembinaan Kader Bhakti Wiyata Husada (Tiwisada). Acara ini dialkukan dalam upaya meningkatkan pemahaman kader Tiwisada tentang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS), serta menjadikan siswa san siswi sebagai agen promotor kesehatan mandiri di masyarakat, melalui serangkaian edukasi dan tanya jawab di dalam kelas.

Kegiatan pembinaan kader Tiwisada dilakukan pada hari Selasa, tanggal 22 September 2026, sejak pukul 08.00 - 09.30 WIB, bertempat di SDN Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.
Kepala Puskesmas Pamolokan, drg. Novia Sri Wahyuni, M.kes menegaskan bahwa pembinaan kesehatan terhadap kader Tiwisada merupakan ikhtiar tenaga kesehatan untuk membentuk agen-agen muda yang akan membantu tenaga kesehatan dalam mempromosikan budaya sehat di lingkungan rumah, sekolah, sekitarnya.

"Jadi, program ini adalah upaya membentuk kader sehat yang akan membantu kami tentunya sebagai tenaga kesehatan dalam mempromosikan cara hidup sehat di lingkungan sekolah", ujarnya
Novia menambahkan bahwa kader Tiwisada memang dibentuk agar menjadi agen mandiri yang senantiasa membantu tenaga kesehatan untuk tetap menjaga budaya hidup sehat di sekolah

"Kami tidak hanya sekadar melakukan sosialisasi, tetapi juga membentuk kader Tiwisada yang mandiri dalam rangka menciptakan budaya hidup yang sehat di lingkungan sekolah", pungkasnya.
Kegiatan Pembinaan Kader Tiwisada diikuti oleh seluruh kader Tiwisada SDN Bangkal dengan diawasi langsung oleh Penanggung Jawab Anak Remaja (PJ AR) dan Penanggung Jawab Promosi Kesehatan (PJ Promkes).











