Delapan puluh satu tahun Palang Merah Indonesia berdiri sebagai pilar kemanusiaan bangsa. Pengabdian dalam penanganan bencana, krisis kesehatan, dan pelayanan darah telah menjadikan PMI sebagai rumah besar kemanusiaan.

Dari Sumenep, kabupaten dengan 126 pulau berpenghuni di ujung timur Madura, PMI Kabupaten Sumenep merasakan tantangan kemanusiaan yang berbeda : jarak, cuaca, dan keterbatasan akses.

Ketua PMI Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M. Si mengungkapkan harapan besarnya pada momentum HUT PMI ke 81 agar PMI dapat terus berkomitmen dalam bidang pelayanan kemanusiaan dan kesehatan.

"Saya berharap, di hari ulang tahun PMI ini, ke depannya PMI bisa menjadi organisasi yang terus konsisten berjuang dalam koridor pelayanan kemanusiaan dan kesehatan", ucapnya.

PMI Kabupaten Sumenep menawarkan beberapa rekomendasi dan harapan besarnya terhadap PMI Pusat agar bisa meningkatkan pelayanan kemanusiaan dan kesehatan yang menjangkau seluruh wilayah geografis Kabupaten Sumenep.

Beberapa rekomendasi dan harapan dari PMI kabupaten Sumenep adalah sebagai berikut.

1. Penguatan Layanan Darah Berbasis Kepulauan

Akses darah di kepulauan masih timpang. PMI Kabupaten Sumenep mendorong dukungan cold chain portabel, perahu donor darah, dan penguatan Unit Donor Darah kepulauan. Program Bank Darah Bergerak Berbasis Pulau perlu menjadi program nasional agar tidak ada nyawa hilang karena keterlambatan darah.

2. Model SIBAT Khusus Kepulauan

Bencana di kepulauan berbeda : banjir rob, puting beliung laut, kecelakaan perahu, dan krisis air bersih. Perlu model Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Kepulauan (SIBAT Kepulauan) yang melatih nelayan, santri, dan pemuda pulau dalam pertolongan pertama di laut dan evakuasi perairan sesuai kearifan lokal.

3. Digitalisasi dan Kapasitas Relawan Terdepan

Relawan adalah tulang punggung PMI, tetapi relawan kepulauan tertinggal akses pelatihan. PMI Kabupaten Sumenep berharap terdapat platform pelatihan digital, sertifikasi relawan daring, dan dukungan alat komunikasi kebencanaan untuk wilayah blank spot, sehingga kompetensi relawan daerah setara dengan kota besar.

4. Penguatan Edukasi Kesehatan dan PMR di Pesantren

Sumenep sebagai Kota Santri memiliki potensi besar. PMI Kabupaten Sumenep merekomendasikan perluasan program Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) hingga ke pondok pesantren dan SMA/SMK kepulauan. Mereka tidak hanya dilatih pertolongan pertama, tetapi juga menjadi agen donor darah sukarela dan perilaku hidup bersih dan sehat.

5. Sinergi Logistik dan Air Bersih untuk Kepulauan Sumenep

Kekeringan dan kelangkaan air bersih rutin melanda pulau-pulau kecil. PMI Kabupaten Sumenep berharap PMI Pusat memperkuat dukungan logistik air bersih, desalinasi sederhana, dan gudang logistik mini di titik-titik kepulauan rawan bencana, agar respons lebih cepat saat darurat.

Dari Sumenep, PMI Kabupaten Sumenep belajar bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas peta. Semoga PMI Pusat terus menjadi nahkoda yang membawa semangat kemanusiaan berlayar hingga ke pulau terjauh. Kolaborasi pusat dan daerah akan memastikan setiap tetes darah dan uluran tangan benar-benar dirasakan rakyat.