Kesehatan ternyata menjadi topik berita yang paling diminati pengguna internet Indonesia. Minat terhadap berita kesehatan dan gaya hidup bahkan melampaui berita politik, gosip atau infotainment hingga olahraga.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 mencatat, berita kesehatan dan gaya hidup berada di posisi teratas dengan porsi 20,3 persen. Angka itu jauh di atas berita politik, sosial, hukum, dan hak asasi manusia yang hanya 9,5 persen.

Kesehatan dan gaya hidup juga mengungguli infotainment atau gosip yang memperoleh 12,7 persen.

Di tengah riuhnya percakapan politik dan derasnya kabar selebritas di ruang digital, pembaca Indonesia rupanya lebih tertarik mencari informasi yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Temuan itu muncul ketika jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 235,26 juta orang. Angka tersebut setara dengan 81,72 persen dari total populasi Indonesia sebanyak 287,88 juta jiwa.

Artinya, lebih dari delapan dari setiap 10 penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Ruang digital tak lagi sekadar menjadi tempat berkomunikasi atau mencari hiburan. Internet telah menjadi salah satu pintu utama masyarakat mendapatkan informasi.

Selain kesehatan dan gaya hidup yang menempati posisi teratas, berita ekonomi, keuangan, dan bisnis berada di urutan kedua dengan 14,6 persen.

Berita olahraga menyusul dengan 12,8 persen, hanya terpaut tipis dari infotainment atau gosip sebesar 12,7 persen. Sementara berita budaya, pariwisata, dan seni memperoleh porsi 12,4 persen.

Berita kriminal dan peristiwa terkini berada di bawahnya dengan 10,2 persen. Angka ini justru masih lebih tinggi dibandingkan berita politik, sosial, hukum, dan hak asasi manusia yang memperoleh 9,5 persen.

Sementara itu, berita pendidikan serta ilmu pengetahuan dan teknologi mendapat porsi 5,6 persen. Berita mancanegara menjadi kategori dengan peminat paling sedikit, yakni 1,1 persen. Adapun kategori lainnya tercatat 1 persen.

Komposisi tersebut memperlihatkan kecenderungan pembaca Indonesia memilih informasi yang bersinggungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Kesehatan berkaitan dengan tubuh, keluarga, dan kualitas hidup. Ekonomi bersentuhan dengan pekerjaan, pendapatan, harga kebutuhan, hingga kondisi keuangan. Sementara gaya hidup melekat pada kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Sebaliknya, informasi yang dirasakan lebih jauh dari kebutuhan personal memperoleh perhatian lebih kecil. Berita mancanegara, misalnya, hanya mendapat porsi 1,1 persen dibandingkan kesehatan dan gaya hidup yang mencapai 20,3 persen.

APJII menggelar survei pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026. Sebanyak 8.700 warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun diwawancarai secara langsung di 38 provinsi.

Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan pewawancara terlatih. Margin of error survei berada pada kisaran ±1,1 persen.

Dengan penetrasi internet mencapai 81,72 persen, temuan APJII tak hanya menggambarkan semakin besarnya masyarakat digital Indonesia. Data tersebut juga memperlihatkan ke mana perhatian pembaca bergerak ketika berhadapan dengan begitu banyak pilihan informasi.

Di tengah banjir informasi di layar ponsel, perhatian pembaca paling banyak tertuju pada persoalan yang terasa dekat dengan kehidupan mereka: kesehatan, gaya hidup, dan kondisi ekonomi.

Bagi industri media, angka tersebut membawa pesan yang cukup terang. Di tengah hiruk-pikuk politik, kriminalitas, olahraga, hingga kabar selebritas, kesehatan dan gaya hidup justru menjadi berita yang paling diminati pengguna internet Indonesia. (*)