Luka bakar adalah kerusakan jaringan akibat panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan luka bakar menyumbang 5% kasus kegawatdaruratan di IGD dan 80% terjadi di rumah tangga, terutama dapur.

Kesalahan penanganan pertama seperti mengoles pasta gigi atau kecap masih menjadi penyebab utama infeksi dan kecacatan permanen.

3 Derajat Luka Bakar dan Faktanya;

1. Luka Bakar Derajat 1 (Superficial)

Hanya mengenai epidermis atau kulit luar. Tandanya kulit merah, kering, nyeri perih, tanpa lepuh. Contoh : tersengat matahari atau tersiram air panas ringan.

Penanganan : Ini luka paling ringan namun sering salah ditangani.

a. Dinginkan dengan air mengalir suhu ruang selama 20 menit dalam 3 jam pertama. Ini adalah standar WHO dan PMI. Air mengalir menurunkan suhu jaringan dan menghentikan kerusakan sel.

b. Jangan gunakan es batu langsung. Es batu menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah sehingga justru memperdalam luka.

c. Beri pelembab lidah buaya murni atau salep khusus luka bakar setelah dingin.

2. Luka Bakar Derajat 2 (Partial Thickness)

Mengenai epidermis dan sebagian dermis. Tandanya melepuh berisi cairan, sangat nyeri, merah muda, dan basah. Ini jenis yang paling sering menyebabkan infeksi.

Lepuhan berisi plasma steril yang melindungi luka dari bakteri. Memecahkan lepuhan secara paksa meningkatkan risiko infeksi 4 kali lipat.

Penanganan:

a. Tetap aliri air mengalir 20 menit. Jangan oles pasta gigi, mentega, atau kecap. Pasta gigi mengandung mint dan deterjen yang mengiritasi dan menjebak panas di dalam.

b. Jangan pecahkan lepuhan. Tutup dengan kasa steril lembab atau cling film yang bersih, jangan perban ketat.

c. Segera ke fasilitas kesehatan jika luas luka lebih dari 3% (sebesar telapak tangan korban) atau di area wajah, tangan, kaki, dan kemaluan.

3. Luka Bakar Derajat 3 (Full Thickness)

Merusak seluruh lapisan kulit sampai lemak, otot, bahkan tulang. Tandanya kulit putih pucat, hitam hangus, kering, dan justru tidak nyeri karena saraf rusak.

Ini kegawatdaruratan. American Burn Association mencatat mortalitas luka bakar derajat 3 di atas 40% luas tubuh mencapai 30-50% tanpa penanganan cepat.

Penanganan:

a. Jangan siram air terlalu lama jika luas. Risiko hipotermia tinggi. Fokus tutup dengan kain bersih lembab.

b. Jangan lepas pakaian yang menempel di luka. Gunting di sekitarnya.

c. Jangan oleskan apapun. Segera hubungi 112/119. Posisikan korban dengan bagian luka di atas jantung jika memungkinkan.

Prinsip utama penanganan luka bakar adalah: dinginkan, lindungi, rujuk. Air mengalir adalah obat pertolongan pertama paling efektif dan gratis. Mengganti pasta gigi dengan air mengalir 20 menit dapat menurunkan kebutuhan cangkok kulit hingga 40% dan mencegah cacat seumur hidup.