Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Bakoan dan Dusun Galis, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Sumenep hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan air bersih disalurkan pada hari Senin, tanggal 5 Oktober 2026, pada pukul 09.00 WIB - selesai. Air yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dasar, terutama memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep, Drs. Noer Muhammad, M.M menyatakan bahwa bantuan air bersih merupakan aksi nyata dari PMI terhadap masyarakat, kedepannya, PMI akan terus berkomitmen tanggap dalam memberikan bantuan air bersih pada saat-saat kebutuhan air mendesak dan urgen.

"Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian PMI Kabupaten Sumenep kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air. PMI akan terus berupaya hadir dan bergerak bersama masyarakat, terutama ketika kebutuhan air bersih semakin mendesak", ujarnya

Noer menambahkan bahwa bantuan air bersih merupakan ikhtiar dari PMI untuk selalu berjuang dalam bidang kemanusiaan, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan air bersih.

"Bagi kami, air bukan sekadar bantuan, tetapi kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan masyarakat. Karena itu, selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, PMI akan terus berkoordinasi dan berupaya membantu sesuai kemampuan serta kondisi di lapangan", pungkasnya.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih. Kemarau dan menurunnya ketersediaan sumber air menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki sumber air terbatas. Karena itu, distribusi air menjadi langkah penting untuk membantu warga melewati masa sulit tersebut.

Kegiatan ini dilakukan langsung oleh relawan PMI Sumenep di Desa Gayam, Petugas Kecamatan Gayam, Tokoh Masyarakat Gayam dan masyarakat Gayam. Jumlah penerima bantuan air bersih ini adalah sebanyak 392 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 912 jiwa, dari total Dusun Bakoan dan Dusun Galis.

Kehadiran PMI di Desa Gayam juga memperlihatkan bahwa penanganan persoalan air bersih membutuhkan semangat gotong royong. Bantuan yang diberikan tidak hanya memiliki nilai praktis, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Bagi warga penerima bantuan, setiap liter air memiliki arti penting. Air tersebut dapat membantu mereka mengurangi beban untuk mencari sumber air dari lokasi yang lebih jauh. Dalam situasi seperti ini, kepedulian yang diberikan secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan.

Aksi PMI Sumenep tersebut sekaligus mengingatkan bahwa persoalan air bersih bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan air yang cukup dan layak digunakan sangat diperlukan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.

Melalui bantuan tersebut, PMI Sumenep berharap masyarakat Desa Gayam dapat sedikit lebih ringan menghadapi keterbatasan air bersih. Semangat kemanusiaan juga diharapkan terus tumbuh melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan berbagai pihak lainnya.

Pada akhirnya, bantuan air tersebut bukan hanya tentang berapa banyak air yang disalurkan, tetapi tentang seberapa besar kepedulian yang diberikan kepada sesama. Setetes air yang datang di tengah kesulitan dapat menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian.