Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), heatstroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami kenaikan suhu yang sangat tinggi akibat paparan panas dan tidak mampu lagi mengatur suhu tubuh secara normal. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat, seperti kebingungan atau penurunan kesadaran. Heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan pendinginan tubuh segera dan pertolongan medis.

Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur pada Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa paparan panas tidak boleh dianggap sepele. Suhu lingkungan yang tinggi, aktivitas fisik berlebihan, serta kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang dari dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion) menjadi heatstroke, sebuah kegawatdaruratan medis.

Jawa Timur Menghadapi Cuaca Panas

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menunjukkan suhu maksimum Agustus 2026 mencapai 35,0°C di Stasiun Geofisika Malang. Sementara itu, suhu maksimum tercatat 33,0°C di Juanda Sidoarjo dan 33,1°C di Tuban. BMKG sebelumnya memprediksi 75,5% wilayah Jawa Timur mengalami musim kemarau dengan sifat hujan di bawah normal dan puncak kemarau dominan terjadi pada Agustus.

Pada awal Oktober 2026, kondisi panas kembali menjadi perhatian. BMKG menjelaskan bahwa panas yang dirasakan masyarakat Jawa Timur dipengaruhi antara lain oleh posisi matahari dan kondisi El Niño. Kelembapan yang tinggi juga dapat membuat penguapan keringat dari kulit lebih sulit sehingga panas terasa lebih menyengat.

Dehidrasi, Awal yang Sering Diabaikan

Dehidrasi terjadi ketika cairan yang hilang dari tubuh lebih banyak daripada cairan yang masuk. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain pusing, tubuh lemas, jarang buang air kecil, serta mulut, bibir, atau mata terasa kering.

Ketika tubuh terus kehilangan cairan melalui keringat, seseorang dapat mengalami kelelahan akibat panas. Gejalanya antara lain sakit kepala, pusing, mual, lemas, rasa haus, keringat berlebihan, dan kram otot. Pada tahap ini, aktivitas harus segera dihentikan dan tubuh dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk.

Kenali Tanda Heatstroke

Heatstroke merupakan kondisi paling berat akibat panas ketika kemampuan tubuh mengatur suhu mengalami kegagalan. Tanda bahaya dapat berupa kebingungan atau perubahan kesadaran, suhu tubuh sangat tinggi, kejang, pingsan, serta kulit panas dengan keringat yang dapat berkurang atau tetap banyak. Kondisi ini dapat mengancam jiwa apabila pertolongan terlambat.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan aktivitas ketika mulai muncul lemas, pusing, mual, atau kram. Lansia dan orang dengan penyakit penyerta termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak panas.

Pertolongan Pertama Saat Dehidrasi dan Kelelahan Akibat Panas

Jika seseorang mulai mengalami tanda kelelahan akibat panas, segera hentikan aktivitas dan pindahkan ke tempat yang teduh atau sejuk. Longgarkan pakaian, bantu mendinginkan tubuh dengan kain basah atau air sejuk, dan bila orang tersebut sadar serta mampu menelan, berikan cairan secara bertahap.

Untuk dehidrasi ringan, kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara teratur. Kemenkes menyebut kebutuhan air bagi orang dewasa secara umum sekitar 2 liter per hari, meskipun kebutuhan dapat berbeda sesuai aktivitas dan kondisi tubuh.

Jika Heatstroke, Jangan Menunggu

Heatstroke bukan kondisi yang cukup ditangani hanya dengan minum air. Segera cari pertolongan medis, sambil memindahkan orang tersebut ke tempat sejuk dan melakukan pendinginan cepat dengan kain atau handuk basah, air sejuk, atau kompres dingin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa pendinginan harus dilakukan segera karena keterlambatan penanganan dapat menyebabkan komplikasi berat.

Karena itu, masyarakat Jawa Timur perlu lebih waspada menghadapi cuaca panas 2026. Batasi aktivitas berat pada waktu terpanas, cukup minum, gunakan pakaian ringan dan longgar, serta jangan mengabaikan pusing, mual, lemas, atau perubahan kesadaran. Mengenali gejala lebih awal dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi panas berkembang menjadi keadaan yang mengancam keselamatan.

Daftar Pustaka;

1. World Health Organization (WHO), Heatwaves : How to stay cool, 11 Oktober 2024.

2. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur — data suhu maksimum Jawa Timur Agustus 2026.

3. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur — prediksi musim kemarau Jawa Timur 2026.

4. Kementerian Kesehatan RI — tanda-tanda heatstroke dan heat exhaustion.

5. Kementerian Kesehatan RI — gejala dan pencegahan dehidrasi.

6. World Health Organization (WHO) — heat stress, heatstroke, dan langkah pertolongan saat gelombang panas.

7. IDI Jawa Timur / RRI Surabaya — peringatan risiko heatstroke dan kelompok rentan di tengah cuaca panas Jawa Timur Oktober 2026.