Gigi berlubang atau karies gigi merupakan penyakit yang dapat dicegah. Karies terjadi akibat interaksi bakteri plak, gula dari makanan dan minuman, serta jaringan gigi dalam waktu tertentu.

Pencegahan perlu dilakukan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan mulut secara konsisten. (WHO, 2022; Pitts et al., 2017)
1. Sikat gigi dua kali sehari. Gunakan pasta gigi berfluoride minimal 1.000 ppm selama sekitar dua menit, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Fluoride membantu memperkuat enamel dan meningkatkan proses remineralisasi gigi. (WHO, 2022; Walsh et al., 2019)

2. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis. Frekuensi konsumsi gula, terutama di antara waktu makan, perlu dikurangi karena gula dapat difermentasi oleh bakteri menjadi asam yang menyebabkan demineralisasi enamel. WHO merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari 10% total energi harian. (WHO, 2015)
3. Bersihkan sela-sela gigi setiap hari. Penggunaan dental floss atau sikat interdental dapat membantu menghilangkan plak pada daerah yang tidak mudah dijangkau oleh sikat gigi. (American Dental Association, 2024)

4. Pilih air putih sebagai minuman utama. Air membantu menjaga kelembapan rongga mulut dan dapat mengurangi paparan gigi terhadap minuman yang mengandung gula atau asam. (WHO, 2022)
5. Periksa gigi secara berkala. Pemeriksaan dokter gigi penting untuk mendeteksi karies sejak dini dan menentukan tindakan pencegahan sesuai risiko individu, seperti aplikasi fluoride atau fissure sealant. (WHO, 2022; ADA, 2024)
Menyikat gigi dengan fluoride, membatasi gula, membersihkan sela gigi, memilih air putih, dan melakukan pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana untuk menjaga gigi tetap sehat. (WHO, 2022)














