Indonesia berada di wilayah cincin api Pasifik, sehingga gempa bumi bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Kepanikan adalah musuh utama saat gempa. Agar tetap selamat, PMI mengajak masyarakat memahami langkah tanggap gempa sebelum, saat, dan sesudah kejadian.

Merujuk pada Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan saat bencana gempa terjadi.
1. Saat Gempa di Dalam Ruangan : Jangan Panik, Lindungi Diri

Jangan langsung berlari keluar. Segera lakukan teknik Drop, Cover, and Hold On. Merunduk ke lantai, lindungi kepala dan leher dengan tangan atau bantal, dan berlindung di bawah meja yang kokoh. Pegang kaki meja kuat-kuat sampai guncangan berhenti. Jauhi jendela kaca, lemari tinggi, dan benda yang mudah jatuh.
2. Saat Gempa di Luar Ruangan dan di Kendaraan

Jika sedang berada di luar, segera bergerak ke lapangan terbuka yang jauh dari gedung, tiang listrik, dan pohon besar. Tetap di sana sampai keadaan aman. Jika sedang mengemudi, segera menepi ke sisi jalan yang aman, tarik rem tangan, dan tetap berada di dalam mobil sampai guncangan selesai. Hindari berhenti di bawah jembatan atau jalan layang.
3. Setelah Guncangan Berhenti: Waspada Bahaya Susulan
Jangan langsung lega karena gempa susulan bisa terjadi. Keluar dari bangunan dengan tertib, jangan gunakan lift. Periksa diri sendiri dan orang di sekitar apakah ada luka. Jika mencium bau gas, segera matikan listrik dan jangan menyalakan api, korek, atau rokok.

4. Kesiapsiagaan Keluarga ala PMI
Palang Merah Indonesia mengingatkan setiap rumah wajib memiliki tas siaga bencana. Isinya adalah dokumen penting, air minum, makanan kering, obat-obatan, senter, peluit, dan kotak P3K. Sepakati juga titik kumpul keluarga jika terpisah saat gempa terjadi.
Gempa tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat kita kurangi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang matang.












