Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Timur akan menggelar kegiatan bakti sosial pada 21–22 November 2026. Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian dalam bakti sosial tersebut adalah pemasangan gigi tiruan lepasan bagi masyarakat yang mengalami kehilangan gigi.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian gigi tiruan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi gigi dan mulut setelah mengalami kehilangan gigi. Pemasangan gigi tiruan lepasan dinilai bukan semata-mata berkaitan dengan kebutuhan estetika, melainkan juga memiliki manfaat terhadap kesehatan dan fungsi pengunyahan.
Dalam pelaksanaannya, pemasangan gigi tiruan lepasan membutuhkan sejumlah tahapan. Proses diawali dengan pemeriksaan dan pencetakan gigi atau kondisi rongga mulut pasien. Hasil pencetakan tersebut kemudian diproses di laboratorium untuk dibuatkan gigi tiruan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Setelah melalui proses laboratorium, gigi tiruan akan dipasang kepada masyarakat pada pelaksanaan bakti sosial tanggal 21–22 November 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PDGI Pengurus Wilayah Jawa Timur, PDGI Cabang Sumenep, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, serta Ikatan Prostodonsi Indonesia Cabang Surabaya. Dalam kegiatan pemasangan gigi tiruan lepasan tersebut, Ikatan Prostodonsi Indonesia Cabang Surabaya memberikan dukungan berupa sponsor penuh.
Kehilangan gigi yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kondisi gigi dan mulut. Salah satunya adalah terjadinya pergeseran atau pergerakan gigi di sekitar ruang kosong akibat gigi yang telah tanggal atau dicabut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan posisi gigi atau tipping, sehingga fungsi pengunyahan menjadi kurang optimal.

Selain itu, ruang kosong akibat kehilangan gigi juga dapat memengaruhi jaringan pendukung gigi di sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada gigi yang masih ada. Jika tidak mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut hingga kehilangan gigi lainnya.
Karena itu, penggunaan gigi tiruan lepasan memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mengembalikan penampilan. Gigi tiruan dapat membantu mengembalikan fungsi pengunyahan sekaligus membantu mempertahankan kondisi gigi dan jaringan mulut agar tetap berfungsi dengan baik.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, PDGI Pengurus Wilayah Jawa Timur bersama PDGI Cabang Sumenep, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, dan Ikatan Prostodonsi Indonesia Cabang Surabaya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kehilangan gigi perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sumenep pada 21–22 November 2026 tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung melalui pemasangan gigi tiruan lepasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
Dengan demikian, bakti sosial ini menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pesan yang ingin disampaikan sederhana, bahwa gigi tiruan lepasan bukan hanya tentang mengembalikan senyum dan penampilan, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga fungsi pengunyahan serta kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan.












